Andy Burnham Restui Penggunaan Pangkalan Inggris oleh AS

Andy Burnham Restui Penggunaan Pangkalan Inggris oleh AS

donmckayfilm – Perdana Menteri Inggris Andy Burnham dilaporkan menyetujui penggunaan sejumlah pangkalan militer Inggris oleh Amerika Serikat (AS) untuk mendukung operasi yang disebut sebagai misi defensif terhadap Iran. Keputusan tersebut melanjutkan kebijakan pemerintahan sebelumnya di tengah meningkatnya ketegangan antara Washington dan Teheran.

Persetujuan itu diberikan setelah Amerika Serikat kembali melancarkan operasi militer terhadap Iran pada awal Juli. Pemerintah Inggris menyebut penggunaan fasilitas militernya ditujukan untuk mendukung operasi yang berkaitan dengan ancaman rudal Iran dan keamanan jalur pelayaran strategis di kawasan Timur Tengah.

“Baca Juga: Prancis Resmi Larang Medsos bagi Anak di Bawah 15 Tahun”

Kebijakan Dilanjutkan dari Pemerintahan Keir Starmer

Menurut sejumlah sumber yang mengetahui pembahasan tersebut, mantan Perdana Menteri Keir Starmer memimpin pertemuan para menteri dan pejabat senior pada Jumat, 17 Juli 2026. Guna membahas posisi Inggris terhadap operasi militer Amerika Serikat.

Dalam pertemuan itu, para menteri memutuskan untuk mempertahankan kebijakan yang telah berlaku sebelumnya. Kebijakan tersebut mengizinkan Amerika Serikat menggunakan pangkalan Diego Garcia di Samudra Hindia dan RAF Fairford di Gloucestershire untuk mendukung misi yang dikategorikan sebagai operasi defensif.

Sumber tersebut mengatakan fasilitas militer Inggris dapat digunakan oleh pesawat Amerika Serikat yang menjalankan operasi menghadapi ancaman rudal Iran maupun misi yang berkaitan dengan pengamanan wilayah sekitar Selat Hormuz.

Andy Burnham, yang resmi menjabat sebagai Perdana Menteri pada Senin, 20 Juli 2026. Disebut telah menerima penjelasan mengenai hasil pembahasan tersebut dan menyetujui keputusan yang diambil. Informasi itu disampaikan oleh sejumlah sumber yang berbicara secara anonim karena membahas isu keamanan.

Operasi Militer AS terhadap Iran Masih Berlangsung

Keputusan pemerintah Inggris muncul ketika operasi militer Amerika Serikat terhadap Iran masih terus berlangsung. Menurut Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM), pasukan AS kembali menyerang sejumlah target militer Iran dalam operasi yang berlangsung semalaman.

Target yang disebut meliputi pusat komando militer, lokasi peluncuran rudal, serta sistem pertahanan udara milik Iran. Operasi tersebut menjadi bagian dari rangkaian aksi militer yang telah berlangsung selama sepuluh hari.

Di sisi lain, pemerintah Inggris menegaskan bahwa penggunaan pangkalan militer tersebut hanya untuk mendukung operasi yang dikategorikan sebagai tindakan defensif. Meski demikian, keputusan tersebut tetap menempatkan Inggris dalam posisi yang sensitif di tengah meningkatnya konflik di kawasan.

Keberadaan pangkalan Diego Garcia dan RAF Fairford dinilai memiliki peran strategis karena mampu mendukung operasi militer Amerika Serikat di Timur Tengah maupun kawasan Samudra Hindia.

Burnham Hadapi Tekanan Politik dari Dalam Negeri

Keputusan mempertahankan kebijakan tersebut diperkirakan akan memicu perdebatan politik di Inggris. Sebelumnya, Keir Starmer juga menghadapi tekanan dari berbagai kelompok politik terkait penggunaan pangkalan militer Inggris oleh Amerika Serikat.

Kelompok sayap kiri mendesak pemerintah agar tidak mengizinkan penggunaan fasilitas militer Inggris dalam konflik tersebut. Sementara itu, Presiden Donald Trump disebut mendorong Inggris agar memberikan dukungan yang lebih besar terhadap operasi militer Amerika Serikat.

Kekhawatiran juga muncul setelah Trump mengeluarkan pernyataan mengenai kemungkinan menyerang infrastruktur sipil Iran, termasuk jembatan dan pembangkit listrik. Sejumlah pejabat Inggris dikabarkan mempertimbangkan implikasi hukum apabila fasilitas militer Inggris digunakan dalam operasi yang berpotensi menyasar target sipil.

Andy Burnham diperkirakan akan menghadapi kritik dari Partai Hijau dan Partai Liberal Demokrat. Kedua partai tersebut menilai penggunaan pangkalan militer Inggris dapat menyeret negara itu ke dalam dugaan pelanggaran hukum perang apabila operasi yang dilakukan melampaui ketentuan hukum internasional.

“Baca Juga: Nokia 123 Shield Hadir dengan Bodi Tahan Air”

Trump Sambut Positif Komunikasi dengan Andy Burnham

Tak lama setelah menjabat sebagai Perdana Menteri, Andy Burnham melakukan pembicaraan melalui telepon dengan Presiden Donald Trump. Menurut pernyataan resmi dari kantor perdana menteri, Burnham menegaskan komitmen Inggris untuk membantu menjaga keamanan pelayaran di Selat Hormuz.

Trump kemudian memberikan tanggapan positif melalui unggahan di platform Truth Social. Dalam pernyataannya, Presiden Amerika Serikat mengatakan bahwa pembicaraan tersebut mencakup sejumlah isu penting, termasuk perdagangan, kerja sama militer, minyak Laut Utara, serta pengamanan Selat Hormuz.

Menurut Trump, percakapan dengan Burnham berlangsung dengan baik dan membahas berbagai bentuk kerja sama antara kedua negara. Di tengah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah, komunikasi tersebut menunjukkan bahwa hubungan diplomatik antara Inggris dan Amerika Serikat tetap terjalin erat, sementara pemerintah Inggris berupaya menyeimbangkan komitmen aliansinya dengan tekanan politik yang berkembang di dalam negeri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *