165 Roket Diluncurkan Perusahaan Elon Musk Selama 2025

165 Roket Diluncurkan Perusahaan Elon Musk Selama 2025

donmckayfilm – SpaceX kembali mencatatkan sejarah baru dalam industri antariksa global. Perusahaan milik Elon Musk tersebut berhasil melakukan 165 peluncuran orbital sepanjang 2025. Jumlah ini melampaui seluruh rekor sebelumnya dan memperpanjang tren peningkatan peluncuran yang telah berlangsung selama enam tahun berturut-turut. Dengan capaian tersebut, SpaceX semakin mengukuhkan posisinya sebagai pemain dominan dalam layanan peluncuran roket dunia.

“Baca Juga: iPad Pro M5 di Indonesia, Dapatkan Perlindungan 24 Bulan”

Jika dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya, lonjakan ini terlihat sangat signifikan. SpaceX hanya mencatat 25 peluncuran orbital pada 2020, kemudian meningkat menjadi 31 pada 2021, 61 pada 2022, 96 pada 2023, dan 134 pada 2024. Pada 2025, angka itu melonjak tajam menjadi 165 peluncuran, belum termasuk lima uji terbang Starship yang bersifat suborbital.

Ritme Peluncuran Nyaris Setiap Dua Hari

Dengan total 165 misi orbital dalam satu tahun, SpaceX praktis meluncurkan roket hampir setiap dua hari sekali sepanjang 2025. Ritme peluncuran ini menempatkan perusahaan asal Amerika Serikat tersebut jauh di atas para pesaing global, baik dari sisi frekuensi maupun konsistensi.

Pada periode yang sama, jumlah peluncuran SpaceX hampir dua kali lipat dibandingkan China, yang selama ini dikenal sebagai salah satu negara dengan aktivitas antariksa paling agresif. Kontribusi SpaceX juga mencapai sekitar 85 persen dari total peluncuran orbital Amerika Serikat pada 2025, menunjukkan betapa besarnya peran perusahaan swasta ini dalam program antariksa nasional AS.

Falcon 9 Jadi Tulang Punggung Seluruh Misi Orbital

Menariknya, seluruh 165 peluncuran orbital SpaceX pada 2025 dilakukan menggunakan roket Falcon 9. Roket andalan ini dikenal dengan tahap pertama yang dapat digunakan ulang, sehingga memungkinkan penghematan biaya sekaligus peningkatan frekuensi peluncuran.

Tidak ada satu pun misi yang menggunakan Falcon Heavy, roket SpaceX yang lebih bertenaga, yang terakhir kali terbang pada Oktober 2024. Dari total 165 peluncuran Falcon 9, sebanyak 162 pendorong berhasil mendarat kembali ke Bumi dengan selamat. Dua kegagalan pendaratan terjadi pada misi Januari dan Oktober 2025 yang membawa satelit komunikasi Spainsat NG ke orbit transfer geostasioner. Beban muatan yang berat membuat pendorong kehabisan bahan bakar untuk kembali ke Bumi.

Satu kegagalan lain terjadi pada 3 Maret 2025 saat peluncuran satelit internet Starlink. Pendorong sempat mendarat di kapal drone di Samudra Atlantik, namun roboh setelah kebakaran muncul di dekat bagian dasar roket dan merusak salah satu kaki pendaratan.

Dominasi Misi Starlink di Sepanjang 2025

Misi Starlink mendominasi agenda SpaceX sepanjang 2025. Dari total 165 peluncuran Falcon 9, sebanyak 123 misi digunakan untuk membawa satelit Starlink ke orbit. Lebih dari 3.000 satelit diluncurkan sepanjang tahun tersebut.

Dengan tambahan itu, konstelasi Starlink kini memiliki lebih dari 9.300 satelit aktif di orbit Bumi. Jaringan satelit ini menjadi tulang punggung layanan internet global SpaceX, terutama untuk wilayah terpencil dan area yang sulit dijangkau infrastruktur darat.

“Baca Juga: Shroud Sebut Arc Raiders Game Terbesar Sejak Fortnite”

Tonggak Penggunaan Ulang dan Perkembangan Starship

Selain jumlah peluncuran yang memecahkan rekor, SpaceX juga mencatat sejumlah tonggak penting lainnya pada 2025. Perusahaan ini mencapai pendaratan roket ke-500 serta peluncuran ke-500 menggunakan roket bekas pakai. Rekor penggunaan ulang pendorong Falcon 9 terus bertambah, dengan satu pendorong tercatat telah digunakan hingga 32 kali peluncuran.

Di luar Falcon 9, SpaceX juga melanjutkan pengembangan Starship, roket terbesar dan terkuat yang pernah dibuat dengan konsep dapat digunakan ulang sepenuhnya. Sepanjang 2025, SpaceX melakukan lima uji terbang suborbital Starship. Dalam tiga penerbangan pertama, SpaceX kehilangan setidaknya satu dari dua tahap roket raksasa tersebut. Namun, dua uji penerbangan berikutnya pada Agustus dan Oktober 2025 berhasil berlangsung sukses sepenuhnya.

Capaian sepanjang 2025 ini menunjukkan ambisi SpaceX yang semakin besar, tidak hanya dalam mendominasi pasar peluncuran satelit, tetapi juga dalam mewujudkan visi jangka panjang eksplorasi antariksa dengan teknologi roket yang sepenuhnya dapat digunakan ulang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *