Amerika Serikat Ungkap Penyelundupan GPU Nvidia Miliaran ke Cina

Amerika Serikat Ungkap Penyelundupan GPU Nvidia Miliaran ke Cina

donmckayfilm – Pihak berwenang Amerika Serikat berhasil membongkar jaringan penyelundupan chip AI Nvidia senilai lebih dari 160 juta dolar AS, sekitar Rp 2,6 triliun. Operasi ini, bernama “Operation Gatekeeper,” menargetkan arus ilegal GPU canggih yang dapat digunakan untuk melemahkan keamanan nasional. Jaksa Agung AS untuk Distrik Selatan Texas, Nicholas J. Ganjei, menyatakan bahwa chip ini, meski sebagian digunakan sipil, memiliki potensi aplikasi militer dan strategis yang sensitif. Kasus ini muncul saat AS memperketat kontrol ekspor teknologi AI canggih terhadap Cina. Untuk mencegah akses ke perangkat yang memerlukan lisensi khusus.

“Baca Juga: ByteDance Tuntut Ganti Rugi Rp18,8 M atas Sabotase”

Kronologi Penyelundupan dan Tindakan Hukum

Dokumen pengadilan mengungkapkan Alan Hao Hsu, 43 tahun, dari Missouri, Texas, dan perusahaannya Hao Global LLC di Houston, mengaku bersalah pada 10 Oktober 2025. Hsu dan rekan-rekannya mengekspor atau berusaha mengekspor GPU Nvidia H100 senilai 160 juta dolar AS antara Oktober 2024 hingga Mei 2025. Operasi mereka memalsukan dokumen pengiriman dan menyembunyikan tujuan asli pengiriman ke Cina, Hong Kong, dan lokasi terlarang lain. Dana lebih dari 50 juta dolar AS dari Cina digunakan untuk mendukung rencana ini, menurut pejabat AS. Hsu menghadapi hukuman hingga sepuluh tahun penjara, sementara Hao Global LLC akan didenda dua kali lipat dari keuntungan ilegal ditambah masa percobaan.

Modus Operandi dan Pemalsuan Dokumen

Penyelidikan menunjukkan modus yang sistematis. Hsu dan timnya memalsukan dokumen pengiriman GPU dengan tujuan agar barang tampak dikirim ke negara yang tidak dibatasi. Barang dikemas ulang oleh pekerja gudang AS dan diberi label palsu sebagai suku cadang generik. Taktik ini memungkinkan GPU canggih melewati kontrol ekspor AS. Selain itu, jaringan ini melibatkan perusahaan logistik Hong Kong dan pembeli fiktif di Cina untuk menyamarkan tujuan akhir pengiriman. Sehingga sulit dilacak otoritas.

Pelaku Lain dan Ancaman Hukum

Selain Hsu, dua orang lain didakwa terkait jaringan ini. Fanyue Gong, warga negara Cina di New York, dituduh menggunakan pembeli fiktif dan perantara untuk menyalurkan GPU ke Cina. Benlin Yuan, warga Kanada di Ontario dan CEO perusahaan IT. Merekrut inspektur untuk memalsukan tujuan pengiriman dan mengelola penyimpanan GPU tambahan. Gong dapat menghadapi hukuman hingga sepuluh tahun penjara, sedangkan Yuan berpotensi dijatuhi hukuman hingga dua puluh tahun karena melanggar Peraturan Reformasi Pengendalian Ekspor.

“Baca Juga: Activision Hentikan Rilis Beruntun Sub Franchise yang Sama”

Dampak dan Perspektif Masa Depan

Kasus ini menyoroti pentingnya pengawasan ketat atas ekspor teknologi AI canggih. Penegakan kontrol ekspor AS sejak 2023 semakin intens, terutama untuk GPU yang dapat digunakan di sektor militer atau strategis. Penangkapan ini juga menjadi peringatan bagi perusahaan dan individu agar mematuhi regulasi ekspor, karena pelanggaran dapat menimbulkan kerugian finansial besar dan hukuman penjara panjang. Ke depan, AS diperkirakan akan meningkatkan pengawasan rantai pasokan teknologi AI, termasuk pelacakan transaksi lintas negara, audit logistik, dan pengetatan prosedur kepabeanan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *