donmckayfilm – Apex Legends kembali menjadi sasaran serangan peretasan yang mengganggu pengalaman bermain para pemain. Game battle royale besutan Respawn Entertainment ini dilaporkan diserang oleh hacker yang mampu mengendalikan karakter pemain dari jarak jauh. Insiden terbaru ini mencuat setelah beredar sebuah video di media sosial yang menunjukkan aksi peretasan terjadi secara langsung di dalam pertandingan.
“Baca Juga: End of Abyss Jadi Proyek Perdana Eks Tim Little Nightmares
Video tersebut dibagikan melalui platform X oleh akun bernama juicy shmooves. Dalam rekaman berdurasi sekitar dua menit, terlihat seorang pemain dengan nama xeaul kehilangan kendali penuh atas karakternya saat menggunakan Horizon. Seluruh item di dalam inventory kosong secara paksa dan karakter tersebut terus dilempar keluar area permainan berulang kali.
Modus Peretasan Kendalikan Pemain dari Jarak Jauh
Insiden ini menyoroti metode peretasan yang dinilai semakin berani dan mengganggu. Hacker tidak hanya merusak sistem visual atau matchmaking, tetapi mampu memanipulasi kontrol karakter secara langsung. Pemain yang menjadi korban terlihat tidak dapat melakukan perlawanan atau menghentikan aksi tersebut, sehingga pertandingan berjalan tidak normal.
Kejadian ini memicu kekhawatiran luas di kalangan komunitas. Banyak pemain menilai bahwa kemampuan hacker untuk mengakses dan memprogram ulang perilaku karakter menandakan adanya celah serius pada sistem keamanan server maupun kode game Apex Legends.
Riwayat Panjang Peretasan Apex Legends
Serangan ini bukan pertama kalinya Apex Legends menghadapi masalah keamanan. Pada Januari 2025, beberapa akun pemain profesional populer dilaporkan diretas oleh pihak tidak bertanggung jawab. Akun-akun tersebut digunakan untuk aktivitas mencurigakan yang merusak integritas kompetisi.
Sebelumnya, pada Maret 2024, ajang Apex Legends Global Series juga sempat diambil alih oleh operator tak dikenal saat siaran langsung berlangsung. Insiden tersebut menjadi sorotan global karena terjadi di level turnamen resmi. Pola kejadian saat ini dinilai memiliki kemiripan dengan insiden sebelumnya, terutama dari sisi pengambilalihan kendali sistem.
Tanggapan Resmi Respawn Entertainment
Menanggapi kejadian terbaru, Respawn Entertainment memberikan pernyataan resmi melalui akun X mereka. Pihak developer mengakui adanya peretasan sistem yang memungkinkan hacker mengendalikan pemain secara jarak jauh di dalam Apex Legends. Respawn menyatakan bahwa tim keamanan internal langsung melakukan penyelidikan menyeluruh.
Menurut Respawn, masalah tersebut telah berhasil diatasi untuk sementara. Mereka menyebut situasi ini sebagai permainan “cat and mouse”, menggambarkan upaya berkelanjutan antara developer dan pihak peretas yang terus mencoba menembus sistem keamanan. Meski demikian, Respawn belum merinci secara teknis celah apa yang dimanfaatkan dalam insiden ini.
“Baca Juga: Panther Lake Resmi Hadir, Intel Klaim Xe3 Saingi GPU Diskrit”
Kritik Komunitas terhadap Keamanan Game
Respons Respawn Entertainment justru memicu gelombang kritik dari komunitas Apex Legends. Banyak pemain mempertanyakan mengapa sistem keamanan game dinilai masih mudah ditembus meski insiden serupa sudah berulang kali terjadi. Kekhawatiran ini semakin besar karena dampaknya langsung merusak pengalaman bermain secara real time.
Sebagian pemain juga menilai Respawn terlalu fokus pada pembaruan konten seperti buff Legends dan penyelenggaraan event musiman, dibandingkan memperkuat aspek keamanan inti. Kritik tersebut menunjukkan adanya tekanan besar dari komunitas agar developer memberikan prioritas lebih tinggi pada perlindungan sistem dan integritas permainan Apex Legends ke depannya.