BNPB Tebar Garam di Langit Jawa Cegah Banjir Ulang

BNPB Tebar Garam di Langit Jawa Cegah Banjir Ulang

Arahan Kepala BNPB untuk Mitigasi Bencana

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Suharyanto, memerintahkan operasi modifikasi cuaca sebagai langkah antisipasi. Tujuannya mencegah banjir besar seperti yang melanda Bali dan Nusa Tenggara Timur (NTT) pada awal September 2025.
Arahan ini disampaikan saat Suharyanto meninjau wilayah banjir di Kota Denpasar, Bali, pada 10 September 2025.

Baca Juga : “Jujutsu Kaisen Season 3 Siap Tayang Januari 2026

Penyebab Cuaca Ekstrem di Bali dan NTT

Banjir yang melanda Bali dan NTT dipicu aktivitas atmosfer global. Fenomena Rossby Ekuator, gelombang Kelvin, serta Madden Julian Oscillation (MJO) memicu curah hujan tinggi.
Kondisi ekstrem tersebut menyebabkan meluapnya aliran sungai dan menggenangi permukiman warga. Dampaknya cukup besar, hingga memaksa BNPB menetapkan status darurat bencana.

Pergeseran Cuaca ke Jawa

Berdasarkan analisis BMKG, pola cuaca ekstrem telah bergeser dari Bali menuju Jawa. Curah hujan tinggi kini mengancam Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Jawa Barat.
“BNPB sudah berkoordinasi dengan BMKG dan kepala daerah agar operasi modifikasi cuaca segera dijalankan,” jelas Suharyanto.

Operasi Modifikasi Cuaca di Jawa Timur

BNPB mengerahkan pesawat Cessna Caravan PK-DPI dari Pangkalan Udara TNI AL Juanda. Operasi modifikasi cuaca di Jawa Timur sudah dimulai sejak 13 September 2025.
Area penyemaian mencakup Kabupaten Lamongan, Bojonegoro, Tuban, hingga perairan selatan dan timur Banyuwangi. Total bahan semai mencapai 800 kilogram Natrium Klorida (NaCl) dan 1.600 kilogram Kalsium Oksida (CaO).

Tujuan Penyemaian Awan

Penyemaian awan diarahkan ke laut atau wilayah berair. Tujuannya agar curah hujan tinggi tidak jatuh di permukiman padat. BNPB berharap redistribusi hujan ini mampu menekan risiko banjir.

Operasi Modifikasi Cuaca di Jawa Barat

Selain di Jawa Timur, BNPB juga melakukan OMC dari Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta. Pesawat Cessna Caravan PK-YNA diterbangkan untuk dua sorti penerbangan sejak 14 September 2025.
Sebanyak 800 kilogram NaCl dan 800 kilogram CaO disemai di atas langit Pandeglang, Banten, serta Bogor, Jawa Barat.

Strategi Pencegahan Banjir

Menurut BNPB, operasi ini difokuskan pada wilayah yang rawan banjir bandang. Dengan OMC, potensi hujan lebat diarahkan ke lokasi yang lebih aman.

Prediksi BMKG tentang Musim Hujan

BMKG memprediksi musim hujan 2025/2026 datang lebih cepat dari biasanya. Sejak akhir Agustus, sejumlah daerah mulai diguyur hujan deras disertai angin kencang.
Mayoritas wilayah akan mengalami hujan dengan kategori normal, namun beberapa daerah diperkirakan menghadapi curah hujan di atas normal. Wilayah tersebut meliputi sebagian Jawa Barat, sebagian Jawa Tengah, beberapa wilayah Sulawesi, Maluku, dan Papua.

Potensi Hujan Lebat

Prakiraan cuaca menyebut hujan lebat berpotensi melanda Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Yogyakarta pada 12–14 September. Sementara itu, Jawa Tengah dan Jawa Timur berpotensi diguyur hujan lebat pada 15–18 September.

Harapan BNPB

BNPB berharap operasi modifikasi cuaca dapat mencegah terulangnya bencana besar. “Harapannya banjir seperti di Bali dan NTT tidak terjadi lagi,” tegas Suharyanto.

Pandangan ke Depan

Operasi OMC akan terus dievaluasi sesuai kondisi di lapangan. Jika diperlukan, BNPB siap memperpanjang pelaksanaan agar risiko bencana dapat ditekan.
Dengan kolaborasi BMKG, TNI AU, dan pemerintah daerah, BNPB menegaskan komitmennya menjaga keselamatan warga menghadapi musim hujan yang penuh risiko.

Baca Juga : “Oracle Catat Kinerja Tertinggi, Saham Naik 35,95%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *