donmckayfilm.com – Aktris Cut Syifa mengungkap permintaan khusus kepada sutradara Jastis Arimba saat menerima tawaran bermain di film Hayya 3 Gaza. Ia secara tegas menyampaikan keinginannya agar tidak ada adegan bersentuhan dengan lawan jenis sepanjang film. Permintaan ini bukan tanpa alasan. Menurut Syifa, menjaga kesucian alur cerita merupakan prioritas utama dalam film yang sarat nilai kemanusiaan ini.
“Aku ingin menjaga kesucian alur ceritanya,” tegas Syifa saat ditemui oleh awak media. Ia merasa cerita yang kuat tidak harus diiringi oleh adegan romantis yang bersentuhan fisik. Dalam pandangannya, film ini lebih tepat disampaikan secara santun, tanpa menampilkan hal yang tidak sesuai dengan nilai moral yang diyakininya.
Beruntung, Jastis Arimba dan para pemain lainnya sepakat dengan keputusan tersebut. Visi yang sama di antara para kru membuat proses syuting berjalan lancar tanpa konflik ide atau pendekatan. Syifa pun merasa nyaman dan didukung selama berada di lokasi syuting, yang membuat pengalaman pertamanya di layar lebar menjadi lebih bermakna.
“Baca juga: BSU Rp600 Ribu: Tak Hanya Karyawan, Profesi Ini Juga Dapat”
Debut Film Layar Lebar Jadi Momen Spiritualitas bagi Cut Syifa
Hayya 3 Gaza merupakan film perdana bagi Cut Syifa dalam kariernya di dunia layar lebar. Ia merasa sangat bersyukur karena proyek pertamanya ini membawanya kepada pengalaman spiritual yang dalam. Film tersebut mengangkat isu kemanusiaan yang selama ini ia ikuti lewat media sosial, terutama tentang Palestina.
“Aku bersyukur bisa bermain di film ini. Allah baik banget sama aku,” ucapnya penuh haru. Ia merasa film ini bukan sekadar karier, tetapi juga menjadi bentuk perjuangannya sebagai pribadi yang peduli pada sesama. Proses syuting bukan hanya memberinya pengalaman akting, tapi juga membuka matanya terhadap penderitaan rakyat Palestina.
Syifa mengaku banyak belajar selama proses produksi, terutama dalam memahami latar belakang konflik dan nilai-nilai perjuangan rakyat Gaza. Ia melihat film ini sebagai kesempatan berharga untuk menyuarakan empati dan dukungan terhadap korban konflik. Ia berharap film ini bisa menggugah hati masyarakat Indonesia untuk lebih peduli terhadap isu kemanusiaan global.
Hayya 3 Gaza Jadi Media Dukungan Moral untuk Palestina
Cut Syifa menilai keterlibatannya dalam Hayya 3 Gaza merupakan bentuk nyata dukungan moral sebagai publik figur. Ia mengaku merasa tidak cukup hanya mendoakan Palestina dari jauh. Baginya, ikut dalam proyek film ini adalah kontribusi terbaik yang bisa ia berikan saat ini.
“Selain doa, film ini adalah hal terbaik yang bisa aku berikan untuk Palestina,” ungkapnya. Ia kemudian menyampaikan pandangannya tentang konflik yang terus berkecamuk di Gaza. Menurutnya, situasi yang menimpa anak-anak dan perempuan tidak bisa dianggap sebagai perang biasa. “Mereka membantai anak-anak dan perempuan yang tak berdaya. Itu bukan perang,” tegasnya.
Dengan peran di film ini, Syifa berharap masyarakat tidak hanya menonton, tetapi juga ikut merenung dan bertindak. Ia mengajak penonton untuk lebih peduli pada isu global, terutama penderitaan rakyat Palestina yang terus berlangsung. Film ini, katanya, adalah bentuk seruan damai dan kemanusiaan yang disampaikan lewat karya seni.
“Baca juga: Ayah Farel Prayoga Ditangkap Terkait Judi Online”