donmckayfilm – Masa sulit yang tengah dihadapi Bungie tampaknya belum menunjukkan tanda-tanda berakhir. Setelah berbagai rumor mengenai restrukturisasi dan potensi PHK besar-besaran, kini studio milik Sony tersebut kembali menghadapi gelombang kritik dari komunitas Marathon.
Pemicunya adalah Season 2 yang baru saja dimulai. Alih-alih mendapat sambutan positif, update terbaru justru memunculkan tuduhan bahwa Bungie sengaja membuat perkembangan pemain menjadi lebih lambat. Sejumlah pemain bahkan menilai studio tersebut sedang “merusak” game mereka sendiri melalui perubahan yang dianggap tidak menguntungkan komunitas.
Kontroversi ini semakin memperburuk situasi Marathon yang hingga kini masih berjuang membangun basis pemain yang stabil sebagai game live service baru.
“Baca Juga: Luna Abyss Kehilangan Seluruh Developer Usai Rilis”
Pemain Marathon Tuduh Bungie Sengaja Membuat Season 2 Lebih Buruk
Season 2 Marathon sebenarnya sempat menghadirkan harapan baru bagi komunitas. Bungie memperkenalkan berbagai perubahan dan penyesuaian yang ditujukan untuk meningkatkan pengalaman bermain. Namun, peluncuran musim baru itu tidak berjalan mulus.
Masalah server yang terjadi pada awal perilisan sudah lebih dulu memicu kekecewaan pemain. Situasi kemudian memburuk setelah Bungie merilis patch versi 1.1.0.2 yang berisi sejumlah perubahan keseimbangan permainan.
Dalam patch tersebut, Bungie menghadirkan beberapa buff dan nerf terhadap berbagai sistem. Namun, perhatian pemain langsung tertuju pada keputusan untuk mengurangi Cradle XP serta jumlah loot yang bisa diperoleh selama bermain.
Perubahan ini dianggap terlalu drastis dan justru membuat progres pemain menjadi lebih lambat.
Akibatnya, muncul tuduhan bahwa Bungie sengaja membuat Season 2 terasa lebih buruk dibanding sebelumnya.
Sebagian pemain bahkan menilai studio tersebut tidak memahami kebutuhan komunitas.
Pengurangan XP dan Loot Jadi Sumber Utama Kemarahan Komunitas
Salah satu perubahan yang paling dipermasalahkan adalah pengurangan Cradle XP. Cradle merupakan salah satu sistem progression penting di Marathon yang memungkinkan pemain meningkatkan kemampuan dan membuka berbagai keuntungan baru.
Dengan berkurangnya XP yang diperoleh, pemain membutuhkan waktu lebih lama untuk mencapai level tertentu. Selain itu, Bungie juga mengurangi jumlah loot yang tersedia selama pertandingan.
Bagi pemain baru atau mereka yang tertinggal progresnya, perubahan ini dinilai sangat merugikan. Mereka merasa semakin sulit mengejar pemain yang sudah memiliki level tinggi dan perlengkapan yang lebih baik.
Sebaliknya, pemain veteran dianggap tetap berada di posisi yang menguntungkan. Kondisi tersebut memunculkan anggapan bahwa Bungie menerapkan sistem yang membuat kesenjangan antar pemain semakin besar.
Banyak pemain menyebut perubahan itu sebagai sistem “yang kaya semakin kaya”.
Istilah tersebut kemudian ramai digunakan di media sosial dan forum komunitas untuk mengkritik arah pengembangan Marathon.
Media Sosial Dipenuhi Kritik, Sebagian Pemain Ancam Berhenti Bermain
Tak lama setelah patch dirilis, berbagai keluhan mulai membanjiri media sosial. Forum komunitas, Reddit, hingga Discord resmi Marathon dipenuhi komentar dari pemain yang kecewa.
Sebagian pemain meminta Bungie membatalkan perubahan yang telah diterapkan. Ada pula yang secara terbuka mengancam akan berhenti bermain apabila sistem pengurangan XP tetap dipertahankan.
Kritik yang muncul tidak hanya menyoroti perubahan mekanik permainan. Banyak pemain juga mempertanyakan visi Bungie terhadap Marathon.
Menurut mereka, game live service seharusnya memberikan alasan bagi pemain untuk terus bermain, bukan justru memperlambat progres secara berlebihan.
Sebagian komunitas bahkan menuduh Bungie sedang merusak game mereka sendiri melalui update yang terus menimbulkan kontroversi.
Tuduhan tersebut tentu menjadi perhatian besar karena Marathon masih berada dalam tahap membangun komunitas.
Setiap keputusan yang diambil pengembang kini mendapat pengawasan ketat dari pemain.
Season 2 Sempat Tingkatkan Jumlah Pemain, tetapi Angkanya Masih Rendah
Ironisnya, Season 2 sebenarnya sempat membawa peningkatan jumlah pemain. Peluncuran musim baru berhasil menarik kembali sebagian pemain yang sebelumnya berhenti bermain.
Namun, peningkatan tersebut belum cukup untuk mengangkat performa Marathon secara signifikan. Saat ini, Marathon hanya mencatat sekitar 8.000 hingga 10.000 pemain harian di Steam. Angka itu tergolong kecil untuk sebuah game live service berskala besar yang dikembangkan oleh Bungie.
Sebagai perbandingan, banyak game multiplayer besar mampu mempertahankan puluhan hingga ratusan ribu pemain aktif setiap hari. Karena itu, sejumlah pemain khawatir kontroversi terbaru justru akan membuat jumlah pemain kembali menurun.
Mereka menilai Bungie harus bergerak cepat untuk memperbaiki hubungan dengan komunitas. Jika tidak, Marathon berisiko kehilangan momentum yang baru saja mulai terbentuk.
“Baca Juga: FFVII Revelation Siapkan Kejutan Besar di Penghujung Cerita”
Kontroversi Marathon Muncul di Tengah Rumor PHK Besar di Bungie
Situasi yang dihadapi Bungie semakin rumit karena kontroversi ini muncul di tengah rumor restrukturisasi besar-besaran. Sebelumnya, beredar laporan bahwa Bungie berpotensi melakukan PHK yang dapat berdampak pada sekitar 400 karyawan.
Meski belum ada konfirmasi resmi dari Bungie maupun Sony, rumor tersebut telah memicu kekhawatiran di kalangan penggemar. Di sisi lain, masa depan Destiny 3 juga masih belum jelas.
Akibatnya, Marathon praktis menjadi proyek utama yang mendapat sorotan paling besar dari komunitas. Setiap update, perubahan keseimbangan, hingga keputusan bisnis Bungie kini terus diperhatikan secara intens.
Tekanan yang dihadapi studio pun semakin besar. Bungie tidak hanya harus menjaga stabilitas Marathon sebagai game live service, tetapi juga memulihkan kepercayaan pemain yang mulai mempertanyakan arah pengembangan game tersebut.
Untuk saat ini, belum diketahui apakah Bungie akan merespons kritik komunitas dengan melakukan penyesuaian baru.
Namun yang jelas, Season 2 telah menjadi ujian besar bagi Marathon.
Jika Bungie gagal meyakinkan pemain bahwa perubahan yang dilakukan bertujuan memperbaiki permainan, bukan tidak mungkin kepercayaan komunitas akan semakin menurun dan membuat perjalanan Marathon menjadi lebih sulit di masa depan.