donmckayfilm.com – Drama Mercy for None menampilkan banyak perbedaan dari versi webtoon aslinya. Perbedaan paling mencolok terlihat pada karakter utama, Gi Jun, dan lokasi pertempuran utama. Dalam webtoon karya O Se Hyung, Gi Jun hidup sederhana setelah keluar dari dunia kriminal. Ia bekerja sebagai pengantar minuman keras dan menjauhi kekerasan.
Sebaliknya, dalam versi drama, Gi Jun memilih hidup menyendiri di perkemahan gunung. Ia digambarkan sebagai sosok pendiam yang menyampaikan emosi lewat tindakan, bukan kata-kata. So Ji Sub mengatakan, “Gi Jun adalah karakter yang mengekspresikan dirinya lewat tindakan daripada kata-kata.”
Perbedaan lain juga terlihat pada bagian klimaks. Versi webtoon menampilkan pertempuran nyata di depan National Assembly Plaza. Namun, versi drama menggambarkannya sebagai metafora. Pertarungan itu melambangkan neraka batin yang dialami para karakter.
Drama ini lebih menekankan konflik emosional daripada adegan aksi. Pendekatan itu memberi nuansa gelap dan dalam pada jalan cerita. Penonton tak hanya disuguhi aksi, tapi juga sisi kemanusiaan yang kompleks.
Perubahan ini membuat Mercy for None tampil lebih matang secara naratif. Adaptasi ini sukses memberi dimensi baru pada cerita balas dendam.
“Baca Juga: BSU Rp600 Ribu: Tak Hanya Karyawan, Profesi Ini Juga Dapat”
So Ji Sub Perankan Mantan Mafia, Cerita Balas Dendam Penuh Emosi
So Ji Sub tampil kuat sebagai Gi Jun, seorang mantan anggota mafia yang memilih keluar dari dunia kejahatan dengan cara ekstrem: memotong tendon kakinya sendiri. Namun, 11 tahun kemudian, Gi Jun kembali menelusuri jejak masa lalunya demi membalas kematian adiknya, Gi Seok, yang semasa hidupnya merupakan tokoh penting dalam organisasi tersebut.
Drama ini menyajikan alur penuh aksi, emosi, dan konflik internal yang tajam. Sutradara Choi Sung Eun mengeksekusi tiap adegan dengan intensitas tinggi dan visual yang kelam, memperkuat nuansa laga-noir khas Korea.
Deretan aktor papan atas memperkuat jajaran pemeran utama: Cha Seung Won, Huh Joon Ho, Gong Myung, Ahn Gil Kang, Lee Beom Soo, dan Jo Han Chul tampil maksimal membawa karakter mereka hidup. Drama ini diadaptasi dari webtoon populer berjudul Gwangjang karya O Se Hyung yang terbit antara tahun 2020 hingga 2021. Meski mengambil dasar cerita dari versi webtoon, drama ini menambahkan elemen baru yang membuat plot lebih kompleks dan segar.
Gi Jun di Webtoon Jadi Pengantar Minuman, di Drama Justru Menyepi di Pegunungan
Adaptasi drama Mercy for None menghadirkan banyak perubahan dari versi webtoonnya, termasuk pada karakter utama, Gi Jun, dan latar pertempuran yang menjadi titik klimaks cerita. Dalam versi webtoon karya O Se Hyung, Gi Jun digambarkan sebagai pria biasa yang menjalani hidup tenang setelah keluar dari dunia kriminal. Ia bekerja sebagai pengantar minuman keras dan berusaha menutup masa lalu kelamnya tanpa banyak konflik batin.
Namun, dalam versi drama, tim produksi mengubah latar dan karakter Gi Jun secara signifikan. Sutradara Choi Sung Eun menggambarkan Gi Jun sebagai seorang pertapa yang hidup menyendiri di perkemahan terpencil di pegunungan. Ia tampak menjauh dari masyarakat dan lebih banyak menyampaikan emosinya lewat tindakan daripada kata-kata. So Ji Sub menyatakan bahwa Gi Jun adalah sosok yang berbicara lewat tindakannya, bukan lewat dialog yang berlebihan.
Perbedaan mencolok lainnya terletak pada puncak konflik cerita. Jika versi webtoon menampilkan pertempuran besar di depan National Assembly Plaza secara harfiah, maka versi drama justru menafsirkan perang itu sebagai metafora atas neraka. Pertarungan fisik dalam webtoon diubah menjadi perjuangan batin dan perjalanan penuh luka di dalam drama, sehingga penonton dapat melihat sisi manusiawi yang lebih dalam dari setiap karakter.
Pilihan ini memperkuat kesan noir dan menjadikan Mercy for None versi drama sebagai karya yang tidak hanya menampilkan aksi, tetapi juga kontemplasi. Drama ini berhasil mengangkat cerita balas dendam ke level emosional yang lebih kompleks dan menggugah.
“Baca Juga: iPhone Penumpang Hilang di Pesawat Garuda Terungkap”