donmckayfilm – Franchise Assassin’s Creed disebut sedang berada di fase yang cukup kontras pada 2026. Di satu sisi, antusiasme pemain terhadap remake Black Flag terus meningkat. Namun di sisi lain, proyek multiplayer baru bernama Invictus justru dikabarkan mengalami masalah serius dalam pengembangannya.
Invictus sebelumnya diposisikan sebagai eksperimen baru untuk seri Assassin’s Creed. Ubisoft disebut ingin membawa pendekatan multiplayer PvP dengan konsep berbeda dibanding game sebelumnya. Proyek ini juga melibatkan sejumlah developer yang pernah mengerjakan For Honor.
Karena latar belakang tim pengembang tersebut, ekspektasi komunitas terhadap Invictus cukup tinggi sejak awal. Apalagi proyek ini sudah mendapatkan lampu hijau sejak 2022. Kehadirannya dianggap sebagai bagian penting dari ekspansi semesta Assassin’s Creed ke model live service dan multiplayer modern.
“Baca Juga: AS Dorong Pemeriksaan Model AI Sebelum Diluncurkan”
Namun, laporan terbaru mulai memunculkan kekhawatiran mengenai kondisi proyek tersebut. Rumor yang beredar menyebut hasil playtest internal terbaru berjalan sangat buruk. Situasi ini membuat masa depan Invictus mulai dipertanyakan oleh komunitas.
Ubisoft sendiri belum memberikan pernyataan resmi mengenai kondisi internal proyek tersebut. Meski begitu, berbagai laporan dari insider mulai memunculkan spekulasi soal kemungkinan penundaan hingga pembatalan. Hal tersebut membuat situasi Invictus semakin menjadi perhatian penggemar.
Insider Sebut Hasil Playtest Invictus Sangat Buruk
Informasi terbaru datang dari insider Assassin’s Creed asal Prancis, xj0nathan. Ia menyebut playtest internal yang selesai pada 30 April menghasilkan respons yang sangat negatif. Menurut laporan tersebut, kondisi game dinilai berada di titik yang mengkhawatirkan.
Sumber yang disebut xj0nathan mengklaim hasil pengujian dianggap sangat buruk oleh pihak internal. Bahkan muncul kemungkinan proyek mengalami penundaan dari jadwal internal yang sudah direncanakan sebelumnya. Dalam skenario paling ekstrem, proyek disebut bisa saja dibatalkan.
Invictus sebelumnya diperkirakan akan dirilis sekitar 2026 meski belum memiliki tanggal resmi. Ubisoft sendiri sampai sekarang belum membuka detail gameplay maupun jadwal peluncuran secara publik. Karena itu, laporan insider langsung menjadi sorotan besar di komunitas.
Kabar negatif ini bukan pertama kalinya muncul terkait Invictus. Pada awal tahun, insider yang sama juga pernah menyebut kondisi proyek terlihat memprihatinkan. Laporan tersebut kini kembali mendapat perhatian setelah hasil playtest terbaru disebut mengecewakan.
Playtest internal memang sering menjadi tahap penting dalam pengembangan game modern. Banyak proyek mengalami perubahan besar setelah menerima masukan dari pengujian awal. Namun, rumor mengenai kemungkinan pembatalan menunjukkan masalah yang disebut cukup serius.
Laporan Sebut Sebagian Developer Mulai Kehilangan Kepercayaan
Menurut laporan insider, situasi internal proyek Invictus disebut tidak terlalu stabil. Beberapa developer dikabarkan mulai kehilangan kepercayaan terhadap arah pengembangan game tersebut. Bahkan ada klaim bahwa sebagian anggota tim merasa frustrasi dengan kondisi proyek.
Komentar internal yang beredar menyebut proyek dianggap “memprihatinkan” oleh beberapa pihak di dalam tim. Untuk ukuran franchise sebesar Assassin’s Creed, laporan seperti ini cukup jarang muncul ke publik. Situasi tersebut memunculkan dugaan adanya masalah besar di balik layar.
Pengembangan game multiplayer live service memang dikenal memiliki tantangan lebih kompleks. Studio harus menjaga keseimbangan gameplay, progres konten, dan model jangka panjang secara bersamaan. Tidak sedikit proyek multiplayer besar yang akhirnya mengalami masalah selama produksi.
Ubisoft sendiri beberapa tahun terakhir cukup aktif mencoba memperluas model live service. Perusahaan ingin menghadirkan pengalaman multiplayer dan konten berkelanjutan dalam beberapa franchise besar mereka. Invictus disebut menjadi salah satu bagian penting dari strategi tersebut.
Meski begitu, rumor dari insider tetap belum bisa dianggap sebagai konfirmasi resmi. Informasi mengenai kondisi internal proyek biasanya sulit diverifikasi sepenuhnya dari luar. Namun, konsistensi laporan negatif membuat banyak penggemar mulai khawatir.
Ubisoft Tetap Tampilkan Sikap Optimistis terhadap Invictus
Di tengah rumor negatif yang terus muncul, Ubisoft masih menunjukkan sikap optimistis terhadap Invictus. Dalam pembaruan franchise pada Maret lalu, perusahaan menegaskan proyek tersebut tidak seperti rumor yang beredar.
Ubisoft menyebut tim pengembang sangat antusias dengan apa yang sedang mereka bangun. Perusahaan juga menekankan bahwa Invictus merupakan pendekatan baru untuk multiplayer di dunia Assassin’s Creed. Fokus utamanya adalah menciptakan pengalaman berbeda dibanding seri sebelumnya.
Dalam pernyataan resminya, Ubisoft mengatakan mereka ingin melibatkan pemain lebih awal dalam proses pengembangan. Tujuannya agar pengalaman akhir game dapat dibentuk bersama komunitas. Pendekatan seperti ini memang semakin umum pada pengembangan game multiplayer modern.
Ubisoft juga menegaskan bahwa tim Invictus memiliki semangat besar terhadap proyek tersebut. Perusahaan menyebut game ini bagian dari ambisi jangka panjang untuk menghadirkan variasi pengalaman dalam semesta Assassin’s Creed. Narasi resmi yang dibangun masih menampilkan suasana positif.
Kontras antara laporan insider dan pernyataan resmi perusahaan membuat situasi semakin menarik perhatian. Di satu sisi Ubisoft berbicara mengenai visi jangka panjang dan semangat tim. Namun di sisi lain, rumor internal justru menggambarkan kondisi yang jauh berbeda.
“Baca Juga: Techland Ditinggal Figur Penting Seri Dying Light”
Black Flag Resynced Jadi Fokus Utama Fans Assassin’s Creed
Di tengah ketidakpastian Invictus, perhatian komunitas saat ini lebih banyak tertuju pada Assassin’s Creed IV: Black Flag Resynced. Remake tersebut sudah memiliki tanggal rilis resmi pada 9 Juli 2026. Banyak penggemar melihat proyek ini sebagai sorotan utama franchise dalam waktu dekat.
Black Flag sendiri dikenal sebagai salah satu seri Assassin’s Creed paling populer sepanjang sejarah franchise. Versi remake diperkirakan akan membawa peningkatan visual dan modernisasi gameplay. Karena itu, antusiasme komunitas terhadap proyek tersebut cukup tinggi.
Sementara itu, masa depan Invictus masih terlihat menggantung. Belum jelas apakah Ubisoft akan melanjutkan proyek sesuai rencana atau melakukan perubahan besar. Keputusan final kemungkinan baru terlihat setelah perilisan Black Flag Resynced.
Ubisoft tampaknya juga masih berhati-hati dalam membuka detail lebih jauh mengenai Invictus. Perusahaan mungkin menunggu waktu yang tepat sebelum kembali membahas strategi multiplayer mereka. Situasi ini membuat spekulasi komunitas terus berkembang.
Untuk saat ini, franchise Assassin’s Creed berada dalam posisi unik antara nostalgia dan eksperimen baru. Black Flag Resynced membawa kembali salah satu seri paling ikonik, sementara Invictus mencoba membuka arah multiplayer modern. Namun, keberhasilan proyek multiplayer tersebut masih menjadi tanda tanya besar hingga sekarang.