donmckayfilm – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa tengah menyiapkan strategi cepat (quick win) untuk meningkatkan penerimaan negara. Dalam beberapa bulan terakhir, penerimaan negara masih mengalami kontraksi, sehingga perlu langkah konkret. Salah satu fokus utama adalah memperbaiki aplikasi administrasi perpajakan Coretax dengan melibatkan pakar teknologi dari luar negeri. Menkeu optimistis perbaikan ini dapat diselesaikan dalam waktu satu bulan.
“Baca Juga: Indonesia Jadi Negara Pertama Asia Tenggara Rilis ChatGPT Go Terjangkau”
Optimalisasi Coretax Jadi Prioritas Utama Quick Win Pemerintah
Coretax merupakan sistem administrasi perpajakan yang diluncurkan awal 2025 dan menjadi tulang punggung digitalisasi pajak nasional. Namun, sejak implementasi, Coretax sempat menghadapi berbagai masalah teknis yang menghambat proses pelaporan. Purbaya menyatakan akan membawa ahli IT dari luar negeri untuk mempercepat perbaikan sistem ini secara signifikan. Ia menegaskan perbaikan Coretax menjadi prioritas utama dalam enam program quick win yang tengah disiapkan pemerintah demi meningkatkan efisiensi dan penerimaan pajak secara berkelanjutan.
Sejarah dan Sorotan Terhadap Coretax Sejak Diluncurkan
Sebelumnya, mantan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati pada Mei 2025 memberi waktu satu bulan kepada Dirjen Pajak Bimo Wijayanto untuk meninjau Coretax. Masalah teknis pada sistem ini sempat menjadi sorotan publik dan pemerintah karena berdampak pada pelaporan pajak wajib pajak. Sri Mulyani juga menyebut Dirjen Pajak akan memberikan penjelasan resmi terkait perkembangan Coretax dan program perpajakan lainnya. Hal ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam memastikan sistem pajak digital berjalan optimal dan mendukung transparansi administrasi perpajakan nasional.
Dukungan Wakil Menkeu untuk Integrasi Data dan Kepatuhan Pajak
Wakil Menteri Keuangan Anggito Abimanyu menegaskan bahwa optimalisasi Coretax menjadi strategi utama meningkatkan kepatuhan wajib pajak. Menurutnya, sistem ini lebih transparan dan memudahkan deteksi pelanggaran. Tahun ini, otoritas pajak juga memaksimalkan integrasi data Pajak Pertambahan Nilai (PPN) ke dalam Coretax. Anggito memastikan, meski sempat terkendala, kini pencatatan PPN sudah berjalan lancar, termasuk data faktur dan trafik.
“Baca Juga: Vegas Pro 23 Resmi Dirilis, Kini Dukung GPU-Accelerated”
Harapan Menkeu Purbaya Terhadap Coretax Sebagai Alat Efektif Pajak Digital
Dengan perbaikan Coretax, Menkeu Purbaya berharap aplikasi ini bisa menjadi alat yang lebih efektif dalam meningkatkan penerimaan negara. Selain itu, sistem yang lebih baik akan mempermudah wajib pajak menjalankan kewajiban secara transparan dan akuntabel. Langkah ini sejalan dengan visi digitalisasi perpajakan yang mengutamakan kemudahan, kepastian, dan keadilan bagi seluruh wajib pajak di Indonesia.
Perbaikan cepat Coretax mencerminkan komitmen pemerintah dalam memperkuat tata kelola perpajakan digital. Dengan dukungan teknologi dan kolaborasi ahli global, diharapkan penerimaan pajak dapat segera bangkit, mendukung pembiayaan pembangunan nasional secara berkelanjutan. Ini juga menandai langkah strategis menuju reformasi perpajakan yang modern dan responsif terhadap kebutuhan zaman.