donmckayfilm – Sony Interactive Entertainment (SIE) China menghadapi tuduhan mismanagement terkait China Hero Project, inisiatif untuk dukung studio indie merilis game global. Loongforce, studio Chengdu yang mengembangkan game co-op shooter Convallaria, mengklaim menderita kerugian finansial akibat pengelolaan proyek yang buruk. Meski China Hero Project sebelumnya sukses bantu game seperti AI Limit dan Lost Soul Aside bersaing di pasar global, Loongforce menyoroti masalah komunikasi, ketidakjelasan dukungan, dan keputusan tertunda yang merugikan studio.
“Baca Juga: Hollow Knight Silksong Umumkan DLC Sea of Sorrow untuk 2026″
Hambatan Komunikasi dan Dukungan Tak Menentu
Sejak pergantian kepemimpinan SIE China pada 2022, Loongforce mengaku mengalami hambatan komunikasi serius. Permintaan bantuan untuk pemasaran, server, dan perencanaan rilis game sering diabaikan. Bahkan setelah Convallaria mendapatkan persetujuan internal beta pada Januari 2025, SIE China tidak melakukan tes pemain, membuat halaman store, atau aktivitas marketing. Loongforce tetap mengirimkan software builds mingguan dan menyelesaikan tes server untuk Amerika, namun tanpa dukungan resmi dari SIE. Proyek itu stagnan dan mengalami kerugian lebih dari $230.000 per bulan hingga hampir bangkrut pada April 2025.
Masalah Pendanaan dan Kerugian Besar
Loongforce menuding SIE China membatalkan persetujuan pembayaran dana pengembangan, lalu memberikan persetujuan baru yang tidak masuk akal. Langkah ini menambah kerugian studio hingga lebih dari $1 juta. Situasi ini menunjukkan kurangnya koordinasi dan transparansi dalam pengelolaan dana proyek. Studio indie seperti Loongforce bergantung pada dukungan finansial dan teknis dari penerbit besar. Sehingga setiap kebijakan yang tidak konsisten berdampak langsung pada kelangsungan proyek dan stabilitas keuangan mereka.
Outsourcing dan Pengambilalihan Kendali Proyek
Selain masalah pendanaan, Loongforce menyebut SIE China sering menugaskan pekerjaan outsourcing ke Virtuos tanpa izin dan penawaran harga resmi. Studio juga dipaksa membiayai keamanan IT dari perusahaan yang dimiliki mantan pegawai Virtuos. Puncaknya terjadi pada Juni 2025, saat kepemimpinan pengembangan Convallaria akan dialihkan ke “SIE Global Team”. Penolakan studio dianggap berisiko menyebabkan game tidak dirilis, yang menurut Loongforce adalah upaya pengambilalihan kendali proyek mereka.
“Baca Juga: Escape From Tarkov Raup 1 Juta Penjualan dalam Sebulan”
Dampak dan Masa Depan Convallaria
Kasus ini menyoroti risiko bagi studio indie yang bekerja sama dengan publisher besar tanpa kontrol penuh atas proyek mereka. Loongforce tetap berharap Convallaria bisa dirilis, meski menghadapi kendala signifikan dari sisi dukungan, pendanaan, dan keputusan manajemen SIE China. Jika masalah ini tidak ditangani, reputasi China Hero Project dapat menurun, dan kepercayaan studio indie lain terhadap program ini berisiko menurun. Loongforce mengharapkan adanya klarifikasi resmi dan perbaikan prosedur agar proyek mereka dan studio lain tetap mendapat dukungan yang transparan dan adil.
Kasus ini menjadi peringatan bagi industri game global tentang pentingnya manajemen proyek, komunikasi yang jelas, dan perlindungan hak studio dalam kerja sama internasional. Dengan evaluasi dan perbaikan, China Hero Project berpotensi tetap menjadi jembatan bagi studio indie China merilis game ke pasar global.